Semua studi kasus
Petugas gudang distribusi memeriksa stok barang di rak logistik.
DistribusiUMKM Menengah 8 min baca

Distributor FMCG: Rapikan Stok & Margin

Jawa Barat

Distributor consumer goods dengan 3 gudang beralih dari spreadsheet ke sistem terpadu — untuk menghentikan selisih stok bulanan yang menggerus margin.

Konteks

Latar bisnis sebelum perubahan

  • Distributor consumer goods regional dengan 3 gudang dan 40+ sales lapangan.
  • Sebagian besar proses masih berbasis spreadsheet, dengan approval PO lewat aplikasi chat.
  • Tim finance menghabiskan 5–7 hari kerja per bulan hanya untuk rekonsiliasi stok.

Tantangan

Masalah operasional yang perlu diselesaikan

  • Selisih stok gudang muncul setiap bulan tanpa jejak yang bisa ditelusuri.
  • Approval purchase order lewat chat rentan hilang dan sulit diaudit.
  • Margin per SKU tidak pernah dihitung — pricing dilakukan berdasarkan intuisi pemilik.

Pendekatan

Langkah yang diambil, bertahap

  • Menetapkan satu sumber kebenaran untuk stok: barcode picking di setiap gudang.
  • Workflow approval PO multi-level yang bisa dijalankan dari email atau ponsel.
  • Dashboard margin real-time per SKU, per sales, dan per channel — dibangun bertahap.

Hasil

Dampak yang terobservasi

  • Selisih stok bulanan turun signifikan dan bisa dilacak sumbernya.
  • Approval PO yang tadinya berhari-hari kini selesai dalam hitungan jam.
  • Pemilik akhirnya bisa mengambil keputusan pricing berdasarkan data, bukan feeling.

Pelajaran Kunci

Yang bisa Anda ambil untuk bisnis sendiri

  • Rapi dulu proses, baru pilih sistem — tanpa itu, digitalisasi hanya memindahkan kekacauan.
  • Approval yang tidak terlacak bukan masalah software, tapi masalah tata kelola.
  • Margin per SKU adalah metrik paling underrated untuk distributor.

Disclaimer: Studi kasus komposit berdasarkan pola yang kami amati di lapangan. Detail bisnis telah disamarkan untuk tujuan edukasi.

#ERP#Stok#Distribusi#Margin

Studi kasus lainnya