Semua studi kasus
Mesin manufaktur otomotif menyala di lantai produksi pabrik.
ManufakturUMKM Menengah 9 min baca

Pabrik Otomotif Menemukan Angka HPP-nya

Jawa Timur

Pabrik komponen otomotif berjuang menjawab: berapa sebenarnya HPP produk kami? Transformasi dari estimasi tahunan ke perhitungan per work order.

Konteks

Latar bisnis sebelum perubahan

  • Pabrik komponen otomotif dengan 3 shift produksi dan lini yang berjalan 24 jam.
  • HPP dihitung sekali setahun sebagai rata-rata biaya, tanpa penyesuaian per batch.
  • Dispute lembur antar shift adalah rutinitas mingguan tim HR.

Tantangan

Masalah operasional yang perlu diselesaikan

  • Quoting ke calon klien besar selalu meleset karena HPP tidak defensible.
  • Absensi shift berbasis kertas menghasilkan sengketa lembur yang berulang.
  • Tidak ada visibilitas terhadap work in progress antar lini produksi.

Pendekatan

Langkah yang diambil, bertahap

  • Membangun BOM berlapis dan menghitung HPP per work order.
  • Absensi biometrik yang langsung terhubung ke aturan lembur PP 35/2021.
  • Dashboard produksi terhubung ke sensor lini untuk memantau WIP dan OEE.

Hasil

Dampak yang terobservasi

  • HPP menjadi angka yang bisa dipertahankan di meja negosiasi.
  • Dispute lembur praktis hilang karena aturan dihitung otomatis dan transparan.
  • OEE lini produksi naik konsisten setelah bottleneck terlihat.

Pelajaran Kunci

Yang bisa Anda ambil untuk bisnis sendiri

  • HPP rata-rata tahunan menyembunyikan lebih banyak masalah daripada yang diselesaikan.
  • Transparansi mengeliminasi dispute lebih baik daripada kebijakan tambahan.
  • Data OEE hanya berguna kalau ditinjau bersama supervisor lini, bukan hanya direktur.

Disclaimer: Studi kasus komposit berdasarkan pola yang kami amati di lapangan. Detail bisnis telah disamarkan untuk tujuan edukasi.

#Manufaktur#HPP#HR#Produksi

Studi kasus lainnya